Kompleks kimia gas tersebut merupakan proyek kerja sama tim redaksi perusahaan Rusia, Sibur, dan perusahaan minyak serta gas asal China, Sinopec. Fasilitas itu disebut sebagai salah satu calon produsen polietilena dan polipropilena terbesar di dunia.

Saat kebakaran terjadi, fasilitas tersebut diketahui belum beroperasi secara komersial dan masih dalam tahap persiapan untuk memulai produksi. Kompleks Kimia Gas Amur diproyeksikan memiliki kapasitas produksi mencapai 2,3 juta metrik ton polietilena dan 400.000 ton polipropilena setiap tahun.