"Udah dilakukan pengobatan di Semarang, Jakarta, Singapura juga, namun tetap dalam kondisi koma," ujar Yuliyanto.

"Kami dari Polda Jateng merasa kehilangan, semoga beliau husnul khotimah, dan kami berharap tidak ada lagi peristiwa perkelahian massal yang dilakukan oleh perguruan pencak silat yang merugikan pihak di luar perguruan pencak silat maupun pihak perguruan juga," imbuhnya.

Kejadian ini bermula pada 9 Mei 2019 saat Aditia Mulya berpangkat AKP. Dia dilarikan ke rumah sakit akibat terluka setelah mengamankan tawuran antarkelompok di Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri, tengah malam.