Bukan cuma memberi hadiah, mereka juga berharap dipuji, diakui, atau mendapat balasan dari hadiah tersebut.
Love bombing bisa dikenali sejak awal hubungan, mereka cenderung sering melontarkan kalimat pujian yang berlebihan padahal baru saling mengenal.
Rayuan gombalan yang berlebihan dan cenderung hiperbola bisa terasa tidak nyaman jika terlalu cepat diungkapkan.
3. Sering menelpon dan mengirim pesan
Saling bertukar kabar adalah hal wajar dalam hubungan baru, tapi apabila salah satunya sudah mulai terganggu bisa menandakan hubungan yang tidak sehat.
Pelaku love bombing akan nonstop mengirim pesan dan menelpon pasangannya, bahkan di waktu yang tidak tepat dengan kalimat-kalimat agresif.
Love bombing bisa ditandai dari perilaku pasangan yang terus-menerus menanyakan kegiatan pasangan saat sedang berjauhan.
Mereka juga akan mengungkapkan perasaannya terlalu sering dan ingin hubungannya divalidasi oleh orang lain dengan mengunggahnya mereka ke media sosial.
Pelaku love bombing akan bergantung pada pasangannya untuk mendapatkan perhatian. Lama kelamaan hal ini bisa membuatnya semakin menuntut.