"Banyak perubahan drastis dalam rekrutmennya. Jadi di setiap daerah, kalau dulu itu tesnya harus ke Jakarta. Tahun ini semuanya bisa di daerah masing-masing, bekerja sama dengan BKN," kata Dahnil, dilansir tim redaksi.

Dahnil menjelaskan, puluhan ribu pendaftar tersebut selanjutnya harus melewati sejumlah tahapan seleksi. Salah satunya adalah Computer Assisted Test (CAT).

Tes berbasis komputer tersebut menjadi salah satu tahapan yang digunakan untuk menyaring calon petugas haji sebelum nantinya ditentukan peserta yang berhak mengisi kuota yang tersedia.

"Ini ada tes CAT hari ini, nanti kemudian setelah itu akan diumumkan hasilnya," ujar Dahnil.

Dengan jumlah pendaftar mencapai sekitar 75 ribu orang, persaingan untuk mendapatkan posisi sebagai petugas haji tahun ini terbilang sangat ketat. Apalagi jumlah peserta yang akan diterima berada di bawah 1.000 orang.

Artinya, hanya sebagian kecil dari seluruh pendaftar yang nantinya dapat bergabung sebagai petugas haji.