Ia menjelaskan penanganan dampak kekeringan tersebut tidak hanya untuk masyarakat yang membutuhkan air bersih. Namun, juga terkait dengan lahan pertanian dalam rangka menjaga produktivitas komoditas pangan dan ketahanan pangan.
Karena itu, ia meminta Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah untuk berkoordinasi dengan seluruh bupati-wali kota beserta jajaran dan TNI untuk melakukan pemetaan dan intervensi kebutuhan air bagi petani.
"Untuk sawah itu ada dua macam, yaitu sawah tadah hujan dan sawah irigasi. Ini sudah kita koordinasikan juga dengan TNI melalui sumurisasi dan pipanisasi. Semoga target produksi padi dan komoditas pangan tidak meleset," ujarnya.