Yogyakarta Jadi Kota dengan Aktivitas WNA Tertinggi

Data KAI juga memperlihatkan ke mana perjalanan pelanggan WNA banyak berlangsung. Sepanjang Januari–Agustus 2026, Stasiun Yogyakarta mencatat aktivitas pelanggan WNA tertinggi sebanyak 93.189 pelanggan, disusul Gambir 84.011 pelanggan, Bandung 45.400 pelanggan, Pasarsenen 25.080 pelanggan, dan Surabaya Gubeng 24.543 pelanggan.

Berikutnya terdapat Semarang Tawang 18.032 pelanggan, Malang 17.391 pelanggan, Probolinggo 12.148 pelanggan, Surabaya Pasar Turi 11.491 pelanggan, serta Solo Balapan 10.158 pelanggan.

Sebaran tersebut menunjukkan perjalanan pelanggan asing bergerak melalui kota-kota dengan karakter wisata yang beragam. Jakarta menjadi salah satu titik awal perjalanan, kemudian aktivitas tinggi terlihat di Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Malang hingga Probolinggo.

Perjalanan tersebut berlangsung di tengah semakin beragamnya asal wisatawan yang masuk ke Indonesia. Pada Agustus 2026, BPS mencatat pertumbuhan kunjungan wisman dibandingkan Agustus 2025 dari Afrika sebesar 14,78 persen, ASEAN 10,40 persen, Oseania 7,95 persen, Amerika 7,31 persen, Asia selain ASEAN 6,83 persen, serta Timur Tengah 2,86 persen. Sementara kunjungan dari Eropa tercatat turun 3,07 persen.

“Data nasional menunjukkan wisatawan datang dari berbagai kawasan dunia, sementara data KAI menunjukkan perjalanan mereka kemudian tersebar ke banyak kota. Pola tersebut memberi gambaran bahwa transportasi antarkota memiliki peran yang semakin relevan dalam rangkaian perjalanan wisatawan selama berada di Indonesia,” ujar Anne.

Pertumbuhan pelanggan WNA pada KA jarak jauh dan lokal juga sudah terlihat sejak semester pertama. Sepanjang Semester I 2026, KAI melayani 308.874 pelanggan WNA, meningkat 2,54 persen dibandingkan 301.219 pelanggan pada Semester I 2025.

Setelah semester pertama, volume pelanggan WNA mencapai 96.940 pelanggan pada Juli 2026, menjadi angka bulanan tertinggi sepanjang Januari–Agustus tahun ini. Pada Agustus 2026, jumlahnya tercatat 92.418 pelanggan.