NADIKABAR.COM — Sebanyak 780.000 demonstran diperkirakan ikut serta dalam aksi unjuk rasa lanjutan di seluruh Prancis, Kamis, untuk memprotes tingginya biaya hidup, sementara pihak berwenang Prancis mengerahkan 70.000 petugas kepolisian dan gendarmerie, menurut laporan media lokal.
Sebuah kelompok yang terdiri atas berbagai serikat pekerja memperkirakan sekitar 500.000 hingga 700.000 akan berdemonstrasi di luar Paris, sedangkan 40.000 hingga 80.000 orang lainnya akan menyampaikan pendapat di ibu kota Prancis itu, menurut BFMTV.
Para pekerja, pegawai negeri, pensiunan, dan anggota Gerakan Rompi Kuning diperkirakan akan bergabung dengan para siswa SMA dan mahasiswa dalam menuntut soal kenaikan upah serta penerapan kebijakan untuk meningkatkan daya beli.
Gerakan protes mahasiswa di Prancis dimulai pertengahan September.
Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez, Rabu (4/11), mengatakan pengamanan untuk aksi unjuk rasa pada Kamis ini akan sama persis dengan yang diterapkan pada demonstrasi Sabtu (31/10).