Meski demikian, Basarnas masih akan melakukan konfirmasi ulang untuk memastikan seluruh ABK benar-benar berada di atas SPOB BRM 400. Hal itu dilakukan sebelum proses penanganan selanjutnya di Semarang.

"Dan nanti akan dikonfirmasi kembali apakah kedelapan orang tersebut memang benar berada di SPOB BRM 400," pungkasnya.

Sebelumnya, TB BMT 20 milik PT Dharmalancar Sejahtera rute Rembang-Kintap, Tanah Laut, Kalsel tenggelam di perairan sekitar 15 NM sebelah barat Pulau Bawean pada Minggu (13/9) sore. Tugboat penarik tongkang M80 1301 itu diduga tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi saat cuaca buruk.

Delapan ABK kemudian menyelamatkan diri dengan naik ke atas tongkang. Namun, tongkang itu sempat hanyut karena jangkarnya putus dan mereka terapung-apung di tongkang selama beberapa waktu.