NADIKABAR.COM — Gigitan kutu busuk atau kutu kasur yang dalam bahasa Sunda dikenal sebagai tumbila, sering kali meninggalkan rasa gatal, kemerahan, hingga pembengkakan pada kulit.

Rasa tidak nyaman tersebut bahkan bisa mengganggu tidur sesaat setelah gigitan dilayangkan kepada kita. Jika gigitan terjadi dalam jumlah banyak, dampak gatal dan panas pada kulit sangat merepotkan.

Sebelum menggunakan obat tertentu dan dirujuk ke dokter, ada beberapa bahan sederhana yang mudah ditemukan di rumah dan dapat dimanfaatkan untuk membantu meredakan keluhan ringan akibat gigitan kutu busuk.

Meski begitu, bahan alami umumnya hanya membantu meredakan gejala. Jika rasa gatal tidak hilang, pengobatan medis dianjurkan. Berikut ini, 8 bahan alami dan mudah ditemukan untuk mengatasi gigitan kutu busuk.

Tumila atau kutu busuk adalah serangga kecil yang termasuk dalam genus Cimex. Kutu ini paling sering ditemukan di kasur. Di perkampungan-perkampungan Sunda, mereka yang menggunakan kasur dari kapuk rentan kasurnya mejadi tempat tinggal kutu yang dalam bahasa Inggris populer dengan sebutan bed bugs ini.

Kutu ini memiliki ukuran tubuh berkisar tim redaksi 4 hingga 12 milimeter. Bentuk badannya oval, pipih (gepeng), dan berwarna kecokelatan. Namun, jika baru saja menghisap darah, tubuhnya akan berubah menjadi kemerahan dan tampak lebih menggembung.

Memang, kutu ini tidak berpindah dengan cara terbang atau melompat, melainkan hanya dengan merayap. Meski demikian, gerakan merayapnya cukup cepat.

Sebelum ketahuan koloni ini menguasai sudut-sudut atau lipatan tempat tidur, lebih dahulu baunya tercium. Serangga ini mengeluarkan aroma manis namun berbau apek/busuk dari kelenjar aroma di tubuhnya untuk berkomunikasi dengan sesama jenisnya. Hewan ini hidup dengan menghisap darah.

Kutu busuk di dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama resmi 'Bangsat'. Kutu kasur ini mengakibatkan dampak gigitan yang beragam. Gigitan umumnya menargetkan area tubuh yang terbuka atau tidak tertutup pakaian saat tidur, seperti wajah, leher, lengan, dan tangan.

Gigitannya menyebabkan bentol merah yang disertai rasa gatal yang sangat intens. Tapi, mengapa kita tidak terbangun saat digigit kutu ini? Hal ini dikarenakan air liur kutu busuk mengandung komponen alami yang bersifat anestetik (pembius lokal), sehingga kulit mati rasa saat proses penghisapan darah berlangsung selama kurang lebih 5 menit.

Secara umum, bekas gigitan kutu busuk akan membaik dan sembuh dengan sendirinya dalam rentang waktu seminggu. Namun, untuk meredakan rasa tidak nyaman, Anda bisa melakukan langkah-langkah penanganan berikut, dikutip dari laman No Bed Bugs: