"Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jasa penerbangan untuk memeriksa status dan mengonfirmasi jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum melaksanakan perjalanan menuju bandar udara," jelas Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama.

Artinya, bandara yang sudah kembali beroperasi tidak otomatis berarti seluruh penerbangan langsung berjalan sesuai jadwal sebelumnya. Penumpang tetap perlu mengecek informasi terbaru dari maskapai masing-masing.

Penutupan sementara sejumlah bandara dilakukan setelah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan sebaran abu vulkanik mengganggu operasional penerbangan.

Kondisi tersebut membuat sejumlah penerbangan harus mengalami penundaan maupun penyesuaian jadwal. Sejumlah penumpang bahkan harus menunggu lebih lama di bandara akibat penghentian sementara operasional.

Salah satunya keluarga Frengki Lase yang hendak membawa jenazah pamannya, Iwan Zebua, ke Nias. Jenazah tersebut telah berada di Bandara Soekarno-Hatta selama dua hari akibat gangguan penerbangan.

Keluarga sempat mencari alternatif perjalanan melalui jalur laut, tetapi mendapat informasi bahwa perjalanan menuju Nias juga berpotensi mengalami keterlambatan.

Kini, dengan seluruh bandara terdampak telah kembali dibuka, penumpang diimbau tetap mengikuti perkembangan terbaru dan memastikan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara.