Pihaknya menduga, kejadian tersebut dilakukan pada dini hari. Namun, baru diketahui pada pagi harinya oleh salah seorang guru yang datang paling awal. Awalnya diketahui di ruang kelas VI. Meja dan bangku berserakan serta beberapa barang lainnya juga rusak.

Setelah dicek ke ruang guru, kondisinya ternyata lebih parah, selain meja dan bangku dan barang lainnya yang berserakan, delapan laptop milik sekolah juga didapati dalam keadaan rusak parah. Sehingga kerugian secara total diperkirakan mencapai Rp 50 juta.

"Yang dirusak hanya ruang kelas VI dan guru serta peralatan yang ada di dua ruangan tersebut. Untuk kelas lainnya aman," ujar Suadnyana.