NADIKABAR.COM — Berkendara saat hujan memang membutuhkan perhatian lebih. Jarak pandang bisa berkurang, jalan menjadi licin, dan genangan dapat muncul di sejumlah titik. Situasinya menjadi semakin berisiko ketika hujan disertai angin kencang dan petir.
Dalam kondisi seperti ini, pengendara tidak hanya perlu memperhatikan kondisi jalan, tetapi juga harus menentukan kapan sebaiknya melanjutkan perjalanan dan kapan harus berhenti untuk mencari tempat yang lebih aman.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pengendara untuk mewaspadai hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Kondisi tersebut dapat mengganggu perjalanan dan meningkatkan risiko seperti genangan, pohon tumbang hingga sambaran petir.
Lantas, bagaimana cara aman berkendara ketika hujan disertai petir?
1. Kurangi kecepatan saat hujan mulai deras
Ketika hujan turun semakin deras, sebaiknya jangan memaksakan kecepatan seperti saat kondisi jalan kering.
Air hujan dapat membuat permukaan jalan menjadi licin, sementara cipratan air dari kendaraan lain juga bisa mengganggu pandangan. Karena itu, kurangi kecepatan secara bertahap dan berikan jarak yang lebih panjang dengan kendaraan di depan.
Hindari pengereman atau manuver secara mendadak karena kondisi jalan yang basah dapat membuat kendaraan lebih sulit dikendalikan.
2. Jangan memaksakan perjalanan jika petir semakin sering
Jika hujan semakin deras dan suara guntur mulai terdengar berulang kali, pengendara sebaiknya mulai mencari tempat berlindung yang aman.
National Weather Service (NWS) menyebut kendaraan dengan atap keras dan tertutup merupakan salah satu tempat yang lebih aman ketika badai petir terjadi. Jika sedang mengendarai mobil dan kondisi memungkinkan, arahkan kendaraan menuju tempat yang aman.
Prinsip sederhananya adalah ketika sudah terdengar guntur, jangan menganggap badai masih terlalu jauh untuk membahayakan.
3. Jika naik motor, segera cari tempat berlindung
Berbeda dengan mobil, sepeda motor tidak memberikan perlindungan yang sama terhadap sambaran petir.
BMKG mengimbau pengendara sepeda motor untuk berhenti dan mencari tempat berlindung ketika hujan disertai petir terjadi. Jangan memilih berteduh di bawah pohon, dekat tiang listrik, papan reklame, atau benda tinggi lainnya.
Tempat berlindung yang lebih aman adalah bangunan tertutup yang kokoh.
Jika belum menemukan tempat tersebut, hindari sebisa mungkin area terbuka dan objek tinggi sambil mencari perlindungan yang lebih aman.
4. Jangan berteduh sembarangan di pinggir jalan
Saat hujan deras, menepi memang bisa menjadi pilihan. Namun, lokasi berhenti juga perlu diperhatikan.
Hindari berhenti tepat di bawah pohon karena ada risiko sambaran petir maupun dahan tumbang. Jangan pula memilih lokasi di dekat tiang listrik, baliho, konstruksi yang rapuh, atau tempat yang berpotensi tergenang.
Cari tempat yang benar-benar memberikan perlindungan, bukan sekadar lokasi yang membuat tubuh tidak terkena hujan.
5. Waspadai genangan dan jangan menerobos banjir
Hujan deras dapat menyebabkan genangan meningkat dengan cepat. Kondisi ini menjadi salah satu bahaya yang perlu diperhatikan pengendara, bahkan ketika petir tidak lagi terlihat.
Jangan memaksakan diri melewati jalan yang sudah tergenang cukup dalam, terutama jika kedalaman air tidak dapat dipastikan.
National Weather Service juga mengingatkan agar pengendara tidak menerobos jalan yang tergenang. Air yang mengalir dapat memiliki kekuatan cukup besar untuk membuat kendaraan kehilangan kendali.
Jika kondisi jalan tidak meyakinkan, lebih baik mencari rute lain atau menunggu sampai situasi memungkinkan.
6. Jika berada di dalam mobil, tetaplah di dalam
Mobil dengan atap keras dan jendela tertutup dapat menjadi tempat berlindung yang lebih aman saat terjadi badai petir.
Jika petir mulai sering menyambar ketika sedang dalam perjalanan, pengemudi dapat menepi di lokasi yang aman dan tetap berada di dalam kendaraan. Pastikan kendaraan tidak berada di area yang rawan banjir, pohon tumbang, atau benda yang berpotensi roboh.
NWS menyebut kendaraan tertutup dengan atap keras merupakan salah satu pilihan tempat berlindung ketika badai petir terjadi. Namun, pengemudi tetap perlu memperhatikan bahaya lain seperti banjir dan pohon tumbang.
7. Jangan berhenti di bawah pohon meski hanya sebentar
Pohon sering terlihat seperti pilihan paling praktis untuk berteduh karena dapat melindungi dari hujan.
Namun, ketika petir terjadi, pohon justru termasuk objek yang perlu dihindari. Pohon yang tersambar dapat menghantarkan energi listrik ke lingkungan di sekitarnya, sementara dahan juga berisiko patah ketika angin kencang.
Karena itu, jangan menukar risiko kehujanan dengan risiko yang lebih besar hanya karena ingin cepat berteduh.
8. Tunggu sampai kondisi benar-benar aman
Setelah hujan mulai reda, bukan berarti risiko petir langsung hilang.
NWS menyarankan tetap berada di tempat aman selama setidaknya 30 menit setelah suara guntur terakhir terdengar. Jadi, jika sedang menepi karena badai, jangan buru-buru kembali melanjutkan perjalanan hanya karena hujan sudah sedikit berkurang.
Perhatikan juga kondisi jalan, genangan, angin, pohon tumbang, dan benda-benda lain yang mungkin menghalangi jalur.
Keselamatan lebih penting daripada memaksakan perjalanan
Berkendara saat hujan petir membutuhkan keputusan yang lebih hati-hati. Untuk pengendara mobil, kendaraan tertutup dapat menjadi tempat berlindung yang lebih aman ketika badai terjadi. Sementara bagi pengendara sepeda motor, pilihan paling aman adalah segera berhenti dan mencari bangunan yang kokoh.
Yang perlu diingat, bahaya saat hujan petir bukan hanya sambaran listrik. Jalan licin, jarak pandang yang terbatas, genangan, angin kencang, pohon tumbang, hingga baliho roboh juga dapat mengancam keselamatan.
Karena itu, jika kondisi cuaca semakin buruk, tidak ada salahnya menunda perjalanan sejenak. Beberapa menit menunggu cuaca membaik tentu lebih baik daripada memaksakan diri terus berkendara dalam kondisi yang sulit diprediksi.