Normalnya, bahan organik yang membusuk di tempat terbuka akan melepas CO2 ke atmosfer dan berkontribusi dalam pemanasan global. Namun, sampah organik yang terpendam di lahan basah hunian berang-berang jadi terperangkap sehingga CO2 tidak menguap ke atmosfer.
Pemanasan global merupakan fenomena nyata yang saat ini sedang berlangsung di Bumi. Ilmuwan berhasil memprediksi seberapa banyak es abadi di Arktik yang akan mencair dalam beberapa waktu ke depan.
Mencairnya es ini akan membuat karbon yang selama ini terkunci di bawah lapisan es menjadi cair dan naik ke permukaan dan bertransformasi menjadi gas yang lepas ke atmosfer. Hal ini dapat memperparah pemanasan global sekaligus menjadi rantai sebab-akibat yang tidak putus.
Samudera menyimpan rahasia di kedalaman yang tidak tersentuh sinar matahari. 9,6 kilometer atau 6 mil di bawah permukaan samudera, terdapat palung yang disebut hadal zones.
Dikutip dari Reader's Digest, di kedalaman ini, ilmuwan menemukan ekosistem cacing tabung, kerang, gastropoda, bahkan mungkin spesies baru yang berkembang pesat. Spesies ini memanfaatkan metana sebagai sumber energi karena habitatnya tidak terkena sinar matahari.
Inti Bumi terdiri dari bola logam padat yang panas dan dikelilingi oleh lapisan logam cair. Logam cair yang dimaksud adalah emas, platinum, dan logam langka yang disebut rutenium.
Kandungan logam ini ditemukan pada batuan vulkanik kuno di Hawaii dan diduga berasal dari inti bumi. Ruthenium diangkut ke permukaan melalui magma yang meletus sebagai lava dan menciptakan titik panas vulkanik.