Periode sekitar equinox dikenal memiliki kondisi yang lebih mendukung peningkatan aktivitas aurora. Sebab hal tersebut berkaitan dengan kemiringan Bumi yang dapat menciptakan kondisi lebih menguntungkan bagi interaksi angin Matahari. Namun, kemunculan aurora tetap tidak dapat dipastikan karena fenomena tersebut sulit diprediksi secara tepat.

Pada pagi 25 September, Mars akan tampak sejajar dengan Castor dan Pollux, dua bintang yang menjadi ciri khas rasi Gemini. Ketiganya akan membentuk pola yang cukup mudah dikenali di langit timur.

Dalam susunan tersebut, Castor berada di bagian atas, Pollux di tengah, sedangkan Mars yang memiliki rona jingga berada di bawahnya. Jupiter yang terang juga dapat dicari lebih rendah dekat horizon.

Bulan purnama pada 26 September dikenal sebagai Harvest Moon. Waktu terbaik untuk menikmatinya adalah ketika Bulan mulai muncul di sekitar waktu Matahari terbenam atau ketika Bulan akan terbenam menjelang pagi.

Saat berada dekat horizon, Bulan dapat terlihat lebih besar dan terang akibat efek visual yang disebut moon illusion. Warnanya juga dapat terlihat lebih jingga.

Demikian 9 fenomena astronomi September 2026 yang menarik dinantikan. Semoga bermanfaat, ya, pembaca!

Artikel ini ditulis oleh Ovilia Putri Ramadhani Mahasiswa Magang Pendidikan di NadiKabar.com