Selain museum, KAI memiliki 656 aset heritage yang telah berstatus cagar budaya maupun sedang dalam proses penetapan. Aset tersebut meliputi stasiun, bangunan, jembatan, sarana perkeretaapian, dan berbagai peninggalan bersejarah lainnya.
Dalam rangkaian kegiatan heritage, KAI juga akan mengenalkan jejak sejarah lintas Kedungjati–Tuntang–Ambarawa, yang memiliki keterkaitan dengan perkembangan awal perkeretaapian di Jawa Tengah.
“Kami berharap kegiatan ini mendorong semakin banyak masyarakat mengunjungi museum kereta api, mengenal cerita di balik setiap peninggalan sejarah, serta ikut menjaga warisan tersebut agar tetap dapat dinikmati generasi berikutnya,” tutup Anne.