Khutbah merupakan bagian penting dalam rangkaian pelaksanaan sholat Jumat. Karena itu, jamaah dianjurkan menyimak khutbah dan tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu kekhusyukan atau jamaah lainnya.
Anjuran untuk diam ketika khutbah juga memiliki dasar dari hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim.
Selain menjalankan kewajiban sholat Jumat, seorang Muslim dapat mempersiapkan diri dengan berbagai amalan sunah tersebut.
Mulai dari menjaga kebersihan dengan mandi, memotong kuku dan kumis, mengenakan pakaian yang bersih dan rapi, hingga menggunakan wewangian. Setelah itu, jamaah dianjurkan segera menuju masjid, menjaga adab ketika masuk, melaksanakan sholat tahiyatul masjid, serta menyimak khutbah dengan tenang.
Rangkaian tersebut dapat menjadi bagian dari persiapan seorang Muslim dalam menyambut ibadah Jumat.
Sholat Jumat hukumnya wajib bagi laki-laki Muslim yang telah memenuhi syarat. Kewajiban tersebut salah satunya didasarkan pada firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Al-Jumu'ah ayat 9:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ - ٩
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan sholat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
Dalam sejumlah hadits juga dijelaskan mengenai kewajiban sholat Jumat bagi laki-laki Muslim yang memenuhi syarat.
Adapun orang yang tidak memenuhi syarat tertentu, seperti perempuan, anak yang belum baligh, orang sakit, dan musafir, memiliki ketentuan yang berbeda terkait kewajiban sholat Jumat.
Amalan-amalan tersebut dapat dilakukan sebagai bentuk persiapan sebelum menunaikan sholat Jumat sekaligus menjaga adab selama berada di masjid.
Jangan lupa, selain mempersiapkan diri secara fisik, manfaatkan waktu Jumat untuk memperbanyak ibadah dan menjaga kekhusyukan selama rangkaian sholat Jumat berlangsung.