Ia mengatakan, langkah ini merupakan komitmen wilayahnya untuk mendukung target eliminasi TBC di DKI Jakarta pada tahun 2030.

​"Target temuan tahun ini 11.955 kasus. Jumlah tersebut terus bertambah seiring deteksi yang dilakukan sebagai upaya pemenuhan eliminasi TBC," kata Sahruna

​Ia menjelaskan, Sudinkes Jakarta Barat menerapkan dua jenis strategi dalam mendeteksi TBC, yaitu secara aktif dan pasif.

​"Upaya penemuan kasus secara aktif itu skrining kesehatan, Cek Kesehatan Gratis (CKG) di masyarakat, kemudian upaya teman-teman Kader TBC di lapangan. Lalu secara pasif itu suspek (terduga) yang datang sendiri ke fasilitas kesehatan," ujar Sahruna.

​Untuk memastikan hasil, setiap fasilitas kesehatan di Jakarta Barat menerapkan prosedur ketat melalui penegakan diagnostik yang tepat dan cepat, memanfaatkan pemeriksaan dahak serta radiologi (X-ray) sesuai indikasi medis.