"Perkembangan teknologi termasuk teknologi digital harus dapat dimanfaatkan oleh seluruh tenaga kesehatan, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil. Termasuk berkembangnya teknologi Artificial Intelligence, ini harus menjadi instrumen yang bisa membantu tenaga kesehatan," kata Anna.

Sementara itu, Direktur Penyediaan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan Ika Trisia, memaparkan bahwa Indonesia saat ini memiliki 180.327 dokter teregistrasi dengan rasio 0,62 per 1.000 penduduk.

Berdasarkan data nasional, sebanyak 63 persen Puskesmas atau 6.520 dari 10.337 Puskesmas telah memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan sesuai standar. Sementara itu, 80,8 persen RSUD atau 681 dari 843 rumah sakit telah memiliki tujuh jenis dokter spesialis dasar.

"Angka-angka ini menunjukkan kemajuan yang telah kita capai, sekaligus mengingatkan kita bahwa masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Kami masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan dokter spesialis serta memastikan pemerataan distribusi tenaga kesehatan, khususnya di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan," ujar Ika.

Ika menegaskan, fokus pemerintah tidak hanya pada pemenuhan jumlah tenaga kesehatan, tetapi juga pada kualifikasi dan penempatan tenaga kesehatan sesuai standar dan kebutuhan pelayanan.

"Tantangan kita bukan hanya menghasilkan lebih banyak tenaga kesehatan, tetapi juga memastikan bahwa tenaga kesehatan yang tepat tersedia di tempat yang tepat, dengan kompetensi yang tepat," ujarnya.