Misalnya Greenland tampak lebih besar dari benua Amerika Selatan dan terlihat setara Afrika. Kenyataannya, ukuran Greenland kira-kira sama dengan Republik Demokratik Kongo dan Afrika 14 kali lebih besar dari Greenland.

Beberapa kritikus proyeksi Mercator menduga peta tersebut tetap banyak digunakan karena memperbesar dan menempatkan Eropa di tengah, serta wilayah Barat lainnya seperti Amerika Utara, yang melanggengkan gagasan supremasi kulit putih.

Resolusi PBB tersebut mencatat distorsi ini berkontribusi mengecilkan persepsi ukuran Afrika, Amerika Latin, dan Asia Selatan.

Ditambahkan pula distorsi tersebut berkontribusi mengerdilkan realitas sosial ekonomi, kebutuhan infrastruktur, potensi pembangunan, dan kemakmuran wilayah Selatan, serta dapat memicu prasangka lingkungan, geopolitik, dan keamanan.

Resolusi tersebut mengusulkan proyeksi Mercator diganti proyeksi Equal Earth (Bumi Setara), yang menggambarkan luas permukaan wilayah-wilayah dunia lebih akurat.

Pada peta Equal Earth, diperkenalkan pada 2018, Eropa tampak menyusut, Brasil membesar, dan Greenland mengecil secara dramatis. Adapun Afrika tampak jauh lebih besar.