Dalam kondisi terkini, BMKG menyebut abu vulkanik sudah terpantau bergerak menjauhi puncak Gunung Anak Krakatau.

Pergerakan tersebut menjadi perkembangan penting setelah sebaran abu vulkanik sebelumnya berdampak terhadap ruang udara dan operasional sejumlah bandara di Indonesia.

Meski sebaran abu diprakirakan bergerak menjauhi wilayah Indonesia, masyarakat tetap diminta memperhatikan perkembangan terbaru.

BMKG menyebut masih terdapat sebaran abu vulkanik yang dapat menurunkan kualitas udara dan jarak pandang di wilayah terdampak.

Selain itu, pada ketinggian tertentu, keberadaan abu vulkanik masih dapat mengganggu aktivitas penerbangan.

Karena itu, kondisi sebaran abu vulkanik tetap menjadi perhatian, terutama bagi penerbangan yang melintasi wilayah yang terdampak atau berada di sekitar jalur sebaran abu.

Sebelumnya, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap sejumlah bandara. Bahkan, delapan bandara sempat mengalami penutupan operasional sejak Sabtu (5/9/2026).