Kondisi angin tersebut menyebabkan abu vulkanik bergerak dan menyebar ke wilayah Jawa bagian barat maupun Sumatra bagian selatan.

Meski saat ini sebaran abu lebih banyak berada di wilayah barat Pulau Jawa, potensi pergeseran arah angin tetap perlu diwaspadai, termasuk kemungkinan abu bergerak ke wilayah Jateng dan Jatim.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang terdampak maupun berpotensi terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

"Masyarakat di wilayah yang terdampak atau berpotensi terdampak sebaiknya tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama selama masih terdapat paparan abu vulkanik," kata Andri.

Berita ini sudah tayang di NadiKabar.com, baca berita selengkapnya di sini!