BMKG mencatat pada Senin pagi abu vulkanik bergerak ke arah barat dan barat daya. Pola tersebut dipengaruhi angin yang secara umum bertiup dari timur hingga tenggara.

"Untuk abu sendiri terpantau pada pagi hari ini itu arahnya menuju barat dan barat daya karena angin umumnya bertiup dari arah timur hingga tenggara," ujarnya.

Mia mengatakan abu vulkanik umumnya dapat bertahan selama satu hingga dua hari setelah erupsi gunung api. Namun, BMKG belum dapat memastikan kapan kondisi tersebut benar-benar berakhir.

"Abu vulkanik sendiri itu biasanya bertahan satu sampai dua hari ke depan, namun untuk ke depannya masih dilihat lagi perkembangannya karena dipengaruhi oleh faktor-faktor cuaca terutama arah dan kecepatan angin," kata Mia.

Laporan dari masyarakat juga masih mengalir pada Senin pagi. Warga masih merasakan keberadaan abu vulkanik, tetapi intensitasnya disebut tidak lagi sepekat sehari sebelumnya.

"Kalau dari masyarakat sendiri yang kami terima, masyarakat masih merasakan abu vulkanik pada pagi ini, namun sudah mulai berkurang tidak sepekat kemarin," tuturnya.

Cuaca panas yang terjadi di Bandung Raya bukan faktor utama dalam menentukan penyebaran abu vulkanik. BMKG menyebut arah dan kecepatan angin menjadi faktor yang lebih menentukan.