NADIKABAR.COM — Kabut asap yang menyelimuti Aceh merupakan kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta Sumatera bagian tengah dan selatan. Hal itu disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar.
"Secara garis besar ini asap kiriman (karhutla)," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Aceh Besar Cucu Kusmayancu di Banda Aceh, Jumat (16/10), dikutip Antara.
Di Aceh sendiri, BMKG memantau tiga titik panas di kawasan Muara Satu, Lhokseumawe, seluruhnya berkategori sedang. Citra satelit tidak mendeteksi titik panas berkategori tinggi.
Menurut Cucu, kebakaran skala lokal kemungkinan ada, tetapi ukurannya tidak besar sehingga tidak terdeteksi sebagai titik panas. Kualitas udara berdasarkan PM2,5 di Aceh masih berada di kategori baik hingga sedang.