KULINK yang merupakan digital workspace berbasis AI bagi kontraktor konstruksi skala kecil dan menengah untuk memantau progres proyek, mengelola tim lapangan, dan mengotomatisasi laporan.

MESSE yang mengembangkan solusi untuk membantu analisis saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX) dan NEXUM VENTORA yang menghadirkan solusi smart traffic intelligence untuk mendukung pengelolaan lalu lintas website dari serangan bot.

Pillar AI menghadirkan solusi AI CFO untuk usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia, yang membantu pelaku usaha memahami kondisi keuangan dan mengambil keputusan bisnis dengan lebih cepat.

Racqee yang memperkenalkan kamera tenis berbasis AI untuk mendukung aktivitas olahraga tenis, serta Visionyr yang mengembangkan platform strategic branding berbasis AI untuk membantu mengubah ide menjadi identitas dan strategi merek yang lebih terarah.

Penilaian dilakukan oleh tiga juri, yaitu CEO Ink Direct dari Korea Selatan Patrick Yoon, AI Connect Program Lead di Telkom Indonesia Mizan Lazuardi dan Fadhlan Fariz dari tim Investment BNI Ventures.

Panel menilai masing-masing finalis berdasarkan enam aspek utama, yakni kesesuaian antara masalah dan solusi, traction dan bukti pendukung, model bisnis, penggunaan AI dalam produk, dampak yang dihasilkan, serta kualitas pitch dan penyampaian.

Dalam aspek penggunaan AI, penilaian secara khusus melihat apakah AI menjadi bagian integral dari produk, bukan sekadar fitur atau label tambahan.