NADIKABAR.COM — Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional pada Kamis (24/9) guna mengantisipasi potensi kepadatan arus kendaraan akibat adanya kegiatan masyarakat dan aksi penyampaian pendapat di beberapa titik DKI Jakarta.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Firman Darmansyah menjelaskan pengaturan arus lalu lintas tersebut difokuskan pada tiga kawasan utama, yakni Sudirman–Thamrin, Monas, serta sekitar Kompleks Parlemen Senayan (Gedung DPR/MPR RI).

"Sebanyak 1.550 personel lalu lintas dikerahkan untuk membantu kelancaran mobilitas masyarakat," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Firman menyatakan pengalihan arus kendaraan tidak serta-merta diberlakukan, melainkan menyesuaikan jumlah massa dan perkembangan situasi di lapangan.

"Alih arus akan diterapkan apabila diperlukan berdasarkan kondisi di lapangan. Kami mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di sekitar lokasi kegiatan untuk mempertimbangkan jalur alternatif agar perjalanan tetap nyaman dan lancar," kata Firman.

Polda Metro Jaya merinci sejumlah skema rute alternatif yang dapat dimanfaatkan pengendara:

Dari Jakarta Barat: Jalan Tomang Raya–Jalan Suryopranoto–Harmoni–Monas.Dari Jakarta Selatan: Jalan Tendean–Jalan HR Rasuna Said–Jalan HOS Cokroaminoto–Tugu Tani–Monas.

Dari Jakarta Timur: Jalan Jatinegara–Jalan Kramat Raya–Tugu Tani–Monas.

Arah Slipi/Tomang & Barat:Dari Simpang Semanggi: Jalan Sudirman–Bendungan Hilir–Pejompongan–Jalan Letjen S. Parman.Dari Jalan Gatot Subroto: Jalan Gerbang Pemuda–Patal Senayan–Jalan Tentara Pelajar–Jalan Letjen S. Parman.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengimbau warga untuk merencanakan waktu keberangkatan lebih awal serta memantau perkembangan arus lalu lintas secara berkala melalui akun media sosial resmi Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya.

"Pantau informasi terbaru melalui media sosial TMC Polda Metro Jaya, gunakan jalur alternatif apabila diperlukan, dan ikuti arahan petugas di lapangan," tutur Budi.

Budi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi keterlambatan atau gangguan kenyamanan selama penyesuaian arus berlangsung.

"Pengaturan ini kami lakukan agar seluruh aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan dengan lancar dan aman," ujarnya.