"Saya belum tahu ya soal itu ya (penggunaan tepung singkong untuk memadamkan api) di luar negeri ya. Tapi artinya secara teori sudah oke. Sebenarnya secara teori mungkinkah sih?Secara teori memungkinkan," sampainya.

Saat ini, BRIN melalui pusat komia molekuler sedang melakukan kajian lebih lanjut terkait efektivitas penggunaan tepung singkong atau tepatnya pati singkong untuk membantu pemadaman karhutla. Kajian ini dilakukan bersama dengan pihak Polri.

"Nah sekarang kami dengan Polri sedang kerja sama buat itu.Ya siapa tau dengan kerja sama ini, ini bisa menjadikan langkah alternatif," jelasnya lebih lanjut.

Kerja sama ini juga akan memecahkan tantangan bagaimana inovasi penggunaan tepung singkong bisa diproduksi skala besar. Arif menekankan untuk membantu pemadaman karhutla, produksi tak bisa dilakukan hanya dengan skala kecil.

"Sekarang tinggal bagaimana memproduksi untuk skala yang lebih besar. Ini perlunya skala kan? Kita kan tidak bisa hanya skala kecil, harus skala besar. Sekarang sedang dikaji tim Polri dan BRIN untuk itu," tekannya.