NADIKABAR.COM — Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali mengembangkan pengelolaan sampah di kawasannya dengan mengembangkan Island Compost Center (ICC). Fasilitas ini khusus mengolah sampah organik menjadi kompos.

Kepala Departemen Komunikasi KEK Kura Kura Bali, Zefri Alfaruqy, mengatakan ICC mulai resmi beroperasi pada Juni 2026. Sebelumnya, fasilitas tersebut telah melalui tahap uji coba sejak September 2025.

Hingga Agustus 2026, ICC mampu mengolah sampah organik KEK Kura Kura Bali sebanyak 9,8 ton.

"Kami tidak menunggu sistem yang sempurna untuk memulai. Yang terpenting adalah membangun kebiasaan dan infrastruktur serta sistem pengelolaan sampah yang bisa berdampak baik bagi lingkungan ." ujar Zefri melalui keterangan tertulisnya, Selasa (1/9/2026).

Proses pengomposan ICC memakan waktu tiga bulan untuk menghasilkan kompos matang yang nantinya dimanfaatkan untuk menyuburkan area hijau di seluruh kawasan. Ada dua metode yang dilakukan yakni metode open windrow dan ring compost.

"Pengelolaan sampah di Kura Kura Bali bukan sekadar tanggung jawab operasional, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang kami untuk membangun kawasan yang tidak membebani lingkungan sekitarnya," jelasnya.

Pengembangan fasilitas ini juga melibatkan masyarakat Pulau Serangan dalam sisi sosial dan ekonomi. Seluruh pengelola fasilitas merupakan warga Desa Serangan.

"Sebenarnya tugas ini termasuk baru untuk saya. Programnya benar-benar mendukung program pemerintah saat ini. Karena kita sedang bergulat dengan sampah yang menjadi beban lingkungan," ucap warga Desa Serangan, Wayan Sudibya, yang bekerja di fasilitas tersebut.

Ke depannya, KEK Kura Kura Bali berencana menargetkan dua pembangunan fasilitas untuk segi lingkungan, yakni Recycle Material Warehouse dan Eco Edu Centre.