Setelah tiga hari dibawa pulang, Diah berujar kondisi Aqib semakin parah. Karena itu, mereka kembali membawanya ke dokter pada Rabu.
Namun, dalam perjalanan, ternyata anaknya sudah meninggal.
"Harapan kami selaku orang tua udah cukup Aqib saja. Yang lain jangan. Mungkin saya ikhlas enggak ikhlas, karena (anak) enggak sakit nggih. Jadi kan saya merasa... Kok enggak sakit, kok tiba-tiba kayak gitu," ungkap Diah.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP M Wildan Umar, berkata pihaknya sudha mendapat laporan soal dugaan bullying itu. Jenazah Aqib diautopsi di RSUD M Azhari.
"Ya, kami Sat Reskrim bersama Polsek Pemalang Kota menerima laporan dari masyarakat atau adanya informasi bahwa ada seorang anak meninggal dunia yang diduga akibat adanya tindakan kekerasan," papar Wildan.