Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan peluang kerja di Jawa Tengah masih terbuka lebar. Namun, kompetensi pencari kerja harus terus ditingkatkan agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
"Job fair tersebut juga semakin inklusif, karena membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas. Sejumlah lowongan telah dikurasi dan secara khusus dapat dilamar oleh pencari kerja disabilitas," kata Luthfi.
Pemprov Jawa Tengah berharap pembukaan kesempatan kerja dapat mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja. Pada Februari 2026, jumlah angkatan kerja di Jawa Tengah mencapai 22,33 juta orang atau bertambah sekitar 455 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya.
"Realisasi investasi Jawa Tengah pada semester pertama 2026 mencapai Rp 59,94 triliun dan menyerap 213.217 tenaga kerja. Investasi yang masuk diharapkan terus memberikan dampak terhadap pembukaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Luthfi.
Sementara itu perwakilan PT JSCorp, Ika, menjelaskan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur di Boyolali ini membuka sekitar 300 lowongan untuk operator sewing. Perusahaan tersebut juga mencari pekerja untuk posisi staf, mekanik, foreman, quality control, dan assembly.
PT JSCorp juga membuka sejumlah posisi bagi penyandang disabilitas. Selain melalui job fair, pelamar dapat mengikuti walk-in interview di pabrik setiap hari pada pukul 07.00-09.00 WIB.