Peneliti juga menganalisis genetik Nipponopelta yezoensis dan diperoleh hasil bahwa hewan purba tersebut termasuk dalam kelompok nodosaurid turunan dari Amerika Utara dan Eropa. Berbeda dengan nodosaurid yang sebelumnya ditemukan dan diidentifikasi dari Asia.
Dalam studi yang dipublikasi dengan judul "A new nodosaurid ankylosaur (Dinosauria: Ornithischia) from the Upper Cretaceous Hikagenosawa Formation in Japan reveals dispersal pattern of Asian nodosaurid ankylosaurs", peneliti mengungkapkan temuan lain mereka.
"Di Asia, nodosaurid terutama ditemukan pada masa pertengahan Cretaceous di Jepang dan Tiongkok. Kelimpahannya jauh lebih kecil daripada nodosaurid di Amerika Utara dan Eropa," tulis peneliti sebagaimana studinya.
Nenek moyang dinosaurus mungkin telah berpindah-pindah di seluruh dunia selama jutaan tahun, mulai dari pesisir laut hingga ke pedalaman hutan. Dalam studi yang sama, peneliti juga melakukan analisis geografi untuk mengetahui bagaimana ankylosaurus memilih habitat yang berbeda seiring berjalannya waktu. Ternyata, hal ini juga mempengaruhi persebarannya dari Amerika Utara dan Eropa hingga ditemukan di Jepang.