NADIKABAR.COM — Setiap kali menghadiri majelis ilmu, pengajian, maupun pertemuan kebaikan, umat Islam diajarkan untuk menjaga adab dan kesantunan.

Sebagai manusia, seseorang tidak selalu luput dari kata-kata yang kurang berguna, prasangka, atau kekhilafan lisan selama majelis berlangsung.

Oleh karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan doa yang dibaca ketika hendak meninggalkan majelis. Doa tersebut dikenal sebagai doa kafaratul majelis dan berisi permohonan ampun kepada Allah atas kekhilafan yang terjadi selama majelis.

Mengutip kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi, terdapat beberapa adab dalam majelis, yaitu:

Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik majelis adalah majelis yang paling luas." (HR. Abu Dawud).

Umat Islam dianjurkan untuk saling melapangkan tempat duduk bagi saudaranya yang baru datang.

Dilarang menyuruh orang lain berdiri dari tempat duduknya hanya untuk kita tempati. Ibnu Umar RA bahkan menolak menduduki tempat orang yang dengan sukarela berdiri untuknya.

"Apabila seseorang berdiri sejenak dari tempat duduknya lalu kembali lagi, maka ia adalah orang yang paling berhak atas tempat duduk tersebut." (HR. Muslim)