Situasi makin menyudutkan sang bintang ketika Yan Diomande muncul menjelma pahlawan baru. Sayap muda Pantai Gading itu tampil meledak-ledak memanfaatkan setiap menit yang ditinggalkan Vini.
Diomande mencetak empat gol dan tiga assist dari enam laga terakhir, termasuk menyabet predikat pemain terbaik saat menggilas Racing Santander. Kedisiplinannya membantu pertahanan makin memikat hati Mourinho.
Sektor sayap kiri yang dahulu menjadi wilayah kekuasaan mutlak Vini kini mulai bergeser. Publik Bernabeu mulai melupakan bintang Brasil dan beralih mengelu-elukan Diomande.
Panggung Liga Champions di Athena bisa menjadi jalur penyelamat bagi Vini. Tanpa pembuktian nyata di Yunani, masa depannya di tim utama berpotensi sirna.
Baca analsis selanjutnya di halaman berikutnya >>>
AEK Athens menyambut kedatangan sang raksasa Spanyol dengan kesiapan menyajikan neraka. Gemuruh ribuan suporter di OPAP Arena siap mengintimidasi mentalitas tim tamu sejak detik pertama.
Meski demikian, jurang kualitas kedua tim terbentang amat lebar. AEK saat ini terdampar di peringkat ke-29 klasemen Liga Champions usai digulung Shakhtar Donetsk dan Manchester City.
Mourinho menyadari padatnya jadwal kompetisi berpotensi menguras stamina para pilar. Rotasi selektif diprediksi bakal diterapkan untuk menjaga kestabilan energi skuad utama.
Skenario rotasi tersebut menjadi angin segar yang amat dirindukan Vinicius. Laga melawan tim papan bawah Eropa ini adalah kesempatan emas untuk merajut kembali kepercayaan diri yang terkoyak.