NADIKABAR.COM — Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) Mada Ayu Habsari mengatakan inklusi sosial dan ketahanan energi menjadi pendorong pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp).

"Inklusi sosial dan ketahanan energi adalah semangat dari target 100GWp, termasuk menghadirkan energi melalui program elektrifikasi desa,” ujar Mada dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Mada menekankan transisi energi harus berakar pada inklusi, didorong melalui target PLTS 100 GWp di Indonesia.

Ia menyoroti sebagian besar desa tersebar di daerah terpencil dan bergantung kepada sektor pertanian dan perikanan lokal, sehingga penggunaan PLTS untuk kegiatan produktif merupakan solusi yang tepat.