NADIKABAR.COM — Partai sayap kanan Alternative für Deutschland (AfD) memenangkan pemilu negara bagian Mecklenburg-Vorpommern. Sebaliknya, Christian Democratic Union (CDU), partai Kanselir Friedrich Merz, gagal mendapatkan kursi di parlemen negara bagian.

Mecklenburg-Vorpommern merupakan salah satu dari 16 negara bagian di Jerman. Dalam pemilu ini, warga memilih anggota parlemen negara bagian yang nantinya menentukan pemerintahan di wilayah tersebut.

Berdasarkan hasil sementara yang diumumkan komisi pemilu pada Senin (21/09) dini hari waktu setempat, AfD meraih 38,2% suara, disusul Social Democratic Party (SPD) yang dipimpin Perdana Menteri Mecklenburg-Vorpommern Manuela Schwesig dengan 35,5% suara.

Partai Kiri (Die Linke) yang berhaluan sosialis meraih 6,5%, sementara Partai Hijau yang berfokus pada isu lingkungan memperoleh 5,7%. Kedua partai tersebut menjadi satu-satunya partai lain yang berhasil masuk ke parlemen negara bagian.

CDU hanya meraih 4,9% suara dan gagal mendapatkan kursi. Partai populis Sahra Wagenknecht Alliance (BSW), yang memadukan kebijakan ekonomi berhaluan kiri, sikap konservatif dalam isu migrasi, serta kebijakan luar negeri yang cenderung pro-Rusia, juga gagal masuk parlemen dengan perolehan 4,8% suara.

Sementara itu, Free Democratic Party (FDP) yang berorientasi pada dunia usaha hanya meraih 1,0% suara dan gagal kembali ke parlemen negara bagian.

Dengan hasil tersebut, AfD akan memiliki 32 kursi, sementara SPD memperoleh 29 kursi. Partai Kiri dan Partai Hijau masing-masing mendapatkan lima kursi.

Koalisi sebelumnya antara SPD dan Partai Kiri tidak lagi memiliki mayoritas. Namun, koalisi tiga partai yang melibatkan Partai Hijau akan memiliki mayoritas. Ketiga partai tersebut menegaskan bahwa mereka tidak akan membentuk koalisi dengan AfD.

Sebelum hasil resmi sementara keluar, AfD sudah menyambut hasil exit poll sebagai mandat untuk memimpin pemerintahan Mecklenburg-Vorpommern.

Bahkan sebelum hasil exit poll pertama diumumkan, salah satu Ketua AfD, Tino Chrupalla, mengatakan kepada stasiun televisi publik ARD, "Kami jelas mendapat mandat untuk memerintah di sini."