NADIKABAR.COM — Africa Credit Rating Agency (AfCRA) resmi diluncurkan di Mauritius, Rabu (7/10), dengan tujuan memperkuat kemandirian keuangan benua tersebut dan memperbaiki penilaian terhadap perekonomiannya, kata Uni Afrika dalam pernyataannya.

Ketua Komisi Uni Afrika, Mahmoud Ali Youssouf, menyebut peluncuran lembaga pemeringkat kredit itu sebagai tonggak sejarah dalam perjalanan ekonomi Afrika.

Dia menyatakan bahwa peringkat kredit berdampak langsung pada akses pembiayaan dan biaya pinjaman, seraya memperingatkan bahwa penilaian yang mengabaikan kondisi ekonomi Afrika dapat menyebabkan negara-negara harus membayar lebih mahal untuk meminjam dana.

AfCRA akan melengkapi lembaga pemeringkat internasional yang sudah ada dengan menyediakan penilaian independen dan kredibel yang didasarkan pada data dan keahlian dari Afrika.

Menteri Layanan Keuangan dan Perencanaan Ekonomi Mauritius Jyoti Jeetun mengatakan lembaga itu dapat memperkuat sistem keuangan Afrika dan menarik investasi.

Dia menyoroti berbagai peluang di sektor infrastruktur, energi terbarukan, telekomunikasi, kesehatan, dan pertanian.

Kepala African Peer Review Mechanism Marie-Antoinette Rose Quatre mengatakan Uni Afrika telah mendukung pembentukan AfCRA sejak 2017.

Dia mendesak pemerintah negara-negara Afrika untuk menyediakan data ekonomi yang akurat dan tepat waktu, serta menekankan bahwa kredibilitas akan menjadi aset terpenting bagi lembaga tersebut.

Inisiatif itu sejalan dengan tujuan pembangunan Agenda 2063 milik Uni Afrika.

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia