NADIKABAR.COM — Pemerintah Afrika Selatan berencana menaikkan harga bahan bakar mulai Rabu (7/10) sebagai respons terhadap lonjakan harga dan kekurangan pasokan bahan bakar minyak, jelas Kementerian Sumber Daya Mineral dan Perminyakan pada Senin (5/10).
"Menteri Sumber Daya Mineral dan Perminyakan dengan ini mengumumkan penyesuaian harga bahan bakar berdasarkan sejumlah faktor lokal dan internasional saat ini, yang berlaku mulai 7 Oktober 2026," demikian pernyataan kementerian tersebut.
Harga bensin akan naik sebesar 3,12-3,33 rand (sekitar Rp3.359-Rp3.585) per liter, solar sebesar 2,84-3,24 rand (sekitar Rp3.058-Rp3.489), minyak tanah sebesar 3,58-4,77 rand (sekitar Rp3.230-Rp4.308), dan gas minyak cair (LPG) sebesar 42-48 sen rand (sekitar Rp452-Rp517).
Kementerian mengaitkan kenaikan harga itu dipicu oleh peningkatan harga minyak dan produk minyak bumi di pasar dunia akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Selain itu, gangguan pelayaran di Selat Hormuz, kenaikan biaya pengiriman, dan menurunnya cadangan global juga turut mempengaruhi kenaikan harga minyak.