"Netanyahu tidak berhasil mengatur pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump atau pejabat-pejabat senior pemerintahannya, dan belum jelas apakah dia akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio," ungkap Haaretz dalam laporannya.

Surat kabar terkemuka Israel itu menggambarkan jadwal pertemuan Netanyahu "sangat minim" selama di New York, yang hanya mencakup dua pertemuan di sela-sela Sidang umum PBB dengan para pemimpin yang dianggap sebagai "pendukung Israel". Tidak disebutkan lebih lanjut soal siapa saja pemimpin yang dimaksud.

Mengenai pidato Netanyahu di Sidang Umum PBB, Haaretz menyebutnya sebagai "pidato kampanye yang utamanya ditujukan bagi calon pemilih di Israel". Pemilu legislatif Israel dijadwalkan digelar pada 27 Oktober mendatang.

Sumber lainnya yang dikutip Haaretz menyebutkan bahwa pidato Netanyahu akan berfokus pada "perang melawan Iran dan kerja sama erat dengan Presiden AS" Donald Trump.