NADIKABAR.COM — Ratusan warga memadati kebun melon di Dusun Sindangsari, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Bukan sekadar membeli, para pengunjung datang langsung memilih hingga memetik sendiri buah melon segar dari pohonnya.
Suasana kebun tampak semarak sejak pagi. Warga berbondong-bondong menyusuri lorong bedengan tanaman demi menemukan buah dengan kualitas dan ukuran terbaik.
Menariknya, sejumlah warga bahkan menandai buah melon incarannya yang masih muda dengan menuliskan nama mereka langsung pada kulit buah yang masih menggantung.
Aktivitas wisata petik buah ini tak hanya menarik minat warga setempat, namun juga kalangan pegawai kesehatan hingga guru-guru sekolah di sekitar wilayah tersebut.
Di lokasi, beberapa pengunjung tampak asyik memotong tangkai melon secara mandiri, sementara sebagian lainnya memilih buah yang telah dipanen oleh petani. Transaksi jual beli berlangsung hangat di tengah hamparan kebun dengan banderol harga terjangkau, yakni Rp 15.000 per kilogram untuk pembelian eceran.
Petani melon Padaherang, Iwan Setiawan, menuturkan bahwa tingginya animo masyarakat membuat wisata petik melon yang baru dibuka hampir sepekan ini menuai respons sangat positif.
"Alhamdulillah, sekarang sudah memasuki hari keenam. Antusias masyarakat bagus," ucap Iwan, Jumat (11/9/2025).
Melihat tingginya permintaan, Iwan mengaku optimistis untuk terus mengembangkan budidaya melon di kawasan Pangandaran dan merangkul rekan-rekan pembudidaya lainnya.
"Ke depannya kita tetap mau kontinyu untuk menanam melon. Siapa tahu ada teman-teman komunitas melon yang mau menanam juga. Pasar masih terbuka lebar. Ayo kita bareng-bareng cari peluang di usaha melon," ujarnya.
Menurut Iwan, perputaran hasil panen tergolong cepat berkat konsep agrowisata petik langsung ini. "Kalau total melon yang sudah terjual selama kegiatan wisata petik melon dibuka itu sudah mencapai lebih dari dua ton," ungkapnya.
Daya tarik agrowisata ini juga memikat warga dari luar Kabupaten Pangandaran. Melalui internet, warga terhubung ke wilayah Pangandaran hanya dengan update medsos.
Salah satunya Usnandar, warga asal Banjarsari, Ciamis, yang mengaku penasaran setelah melihat unggahan video kebun tersebut di media sosial.