NADIKABAR.COM β Agrowisata berbasis perkebunan buah, peternakan dan edukasi pertanian menjadi pilihan destinasi wisata baru bagi wisatawan mancanegara dan domestik selain Air Terjun Tumpak Sewu saat berkunjung di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
"Pronojiwo bersiap memperkaya pilihan wisata. Tidak hanya mengandalkan pesona air terjun Tumpak Sewu, kini mulai mengembangkan agrowisata dengan sejumlah komoditas buah-buahan," kata Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Galih Permadi di Lumajang, Sabtu.
Menurut dia, salah satu destinasi yang tengah disiapkan berada di atas lahan pribadi seluas 3 hektare milik Tolib dengan kawasan tersebut dirancang menjadi tempat rekreasi sekaligus ruang pembelajaran bagi pengunjung untuk mengenal budidaya tanaman buah dan aktivitas peternakan.
"Sejumlah komoditas yang dikembangkan meliputi salak, jeruk, durian dan stroberi. Salak dan durian disiapkan sebagai produk unggulan, sementara stroberi menjadi komoditas pendukung yang dinilai sesuai dengan kondisi tanah dan cuaca setempat," tuturnya.
Ia mengatakan pembangunan kawasan tersebut telah mencapai sekitar 40 persen dan pengelola juga menyiapkan akses jalan tembus agar pengunjung dapat berkeliling dan menikmati berbagai area perkebunan.
"Dinas Pariwisata Lumajang turut memberikan pendampingan sejak tahap pembangunan. Pendampingan mencakup masukan mengenai konsep pengembangan, penguatan daya tarik, hingga penyusunan aktivitas wisata yang memberikan pengalaman lebih dari sekadar rekreasi," tuturnya.
Konsep agrowisata tersebut juga diarahkan untuk menghadirkan edukasi peternakan, seperti pemeliharaan kambing dan unggas. Kawasan itu, bahkan berpeluang menjadi lokasi kegiatan pembelajaran luar ruang bagi pelajar melalui program kunjungan atau outing sekolah.
βKami ikut mendampingi sejak proses pembangunan, memberikan saran dan masukan, termasuk bagaimana menghadirkan edukasi peternakan kambing dan unggas. Nantinya juga bisa ditawarkan kepada sekolah-sekolah untuk kegiatan outing,β katanya.
Pengembangan destinasi itu menjadi salah satu upaya memperluas pengalaman wisata di Pronojiwo. Selama ini, kawasan tersebut dikenal luas melalui wisata alam, terutama Tumpak Sewu yang menarik kunjungan wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.
Galih berharap keberadaan agrowisata dapat menjadi pilihan aktivitas tambahan bagi wisatawan sehingga mereka memiliki lebih banyak alasan untuk menikmati Pronojiwo dalam waktu lebih lama karena destinasi wisatanya semakin bervariasi yang menawarkan pengalaman berbeda.
Dinas Pariwisata Lumajang menargetkan kawasan agrowisata tersebut mulai dibuka pada awal 2027. Selain penyelesaian pembangunan fisik, persiapan juga mencakup pemenuhan perizinan dan promosi agar destinasi tersebut siap diperkenalkan kepada masyarakat.
βHarapan kami, Pronojiwo bisa menjadi one stop tourism, tempat wisatawan mendapatkan berbagai pilihan wisata. Jadi tidak hanya wisata alam, tetapi juga agrowisata dan edukasi, dengan pelayanan terbaik bagi pengunjung," ujarnya.