Para peneliti juga sempat mengambil kotoran penguin secara langsung, mengumpulkannya, kemudian mencocokkan warnanya dengan sumber makanan yang tersedia di sekitar penguin. Hasilnya, peneliti menemukan perubahan yang tampak 'aneh'.

Penguin yang mengonsumsi ikan akan menghasilkan feses yang cenderung berwarna putih. Sementara penguin yang mengonsumsi krill, sejenis udang yang hidup di perairan bebas, akan menghasilkan feses dengan warna cenderung merah muda.

Krill merupakan salah satu makanan yang lazim bagi penguin. Namun, mangsa tersebut dinilai memiliki jumlah kalori yang lebih rendah apabila dibandingkan dengan mangsa utama penguin, yaitu ikan tenggiri.

Bagi peneliti, citra satelit bisa digunakan untuk mengamati perubahan dari satu dekade ke dekade yang lain. Ini membantu para peneliti untuk mengetahui perkembangan tanpa harus mengunjungi setiap lokasi penguin di Antarktika.

Adapun terkait jumlah es yang berada di lokasi penguin, faktor utamanya adalah pemanasan global. Saat semakin banyak es yang meleleh, semakin banyak pula krill yang muncul.