"Forum-forum bisnis dan investasi seperti ini dapat mempertemukan dunia usaha, kawasan industri, serta pemangku kebijakan yaitu pemerintah. Salah satu contoh, kami punya Central Java Investment Business Forum (CJIBF) yang sehari bisa bisa menghasilkan investasi sampai Rp19 triliun," jelas Luthfi.
Hal itu juga didukung oleh peran kepala daerah yang bertindak sebagai manajer marketing, termasuk menyiapkan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus baru di Jateng. Saat ini kawasan industri eksisting di Jateng ada sekitar tujuh tempat. Tersebar di Kota Semarang, Demak, Kendal, Batang, dan Brebes. Kemudian sekitar 12 kawasan baru sedang disiapkan di berbagai daerah untuk menumbuhkan perekonomian baru.
"Kawasan industri penting untuk pertumbuhan ekonomi baru. Di Jawa Tengah sekarang pertumbuhan ekonomi sudah 5,80% atau di atas rata-rata nasional," ujarnya.
Karenanya, ia berharap Jateng terus menjadi tujuan investasi baik dalam negeri maupun luar negeri.