Sepanjang 2025, program tersebut mencatat penanaman sekitar 2,34 juta batang mangrove di lahan seluas 257 hektare yang tersebar di 107 desa, 54 kecamatan, dan 17 kabupaten/kota.
Ia berharap, penggunaan HexBricks dapat mendukung keberhasilan pemulihan mangrove di kawasan pesisir.
HexBricks merupakan inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berupa struktur modular yang digunakan untuk mendukung pemulihan kawasan mangrove.
Teknologi ini diterapkan bersama guludan dan struktur bambu dalam pengembangan kawasan percontohan di Timbulsloko.
Kawasan tersebut mencakup area bakau seluas 6,56 hektare, dengan penanaman tahap awal seluas 1.200 meter persegi.
Efektivitasnya akan dievaluasi melalui pemantauan pertumbuhan mangrove, sedimentasi, kinerja struktur, serta manfaat bagi masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelaskan, mangrove berperan membantu meredam energi gelombang laut, sehingga dapat mengurangi dampak abrasi di pesisir.