Dengan demikian, dia mengingatkan kembali pemimpin dengan kepemimpinan sejati harus memikirkan generasi berikutnya agar hidup mereka selalu baik.
βSaya kalau bicara generasi punya hak karena masih punya bayi berusia enam bulan. Kalau membayangkan hari ini panasnya seperti ini, 20, 30, dan 40 tahun ke depan bagaimana hidup kita dan hidup generasi ke depan? Jadi, saya rasa kita harus tergerak,β ujarnya.
Salah satu caranya, dia melanjutkan, adalah dengan kolaborasi yang tidak sebatas antarsektor, antardaerah, ataupun antarkementerian dan lembaga.
βSejatinya manusia saling berkompetisi, tetapi semangat era hari ini dan ke depan adalah lebih dari sekadar kompetisi, yakni kolaborasi,β katanya.