Sementara itu, Logan Graham dari Anthropic menyatakan perusahaan mendukung regulasi yang tepat. Menurutnya, pemerintah daerah dan negara bagian memiliki peran dalam membangun kerangka pengawasan AI.
"AI memiliki kekuatan yang begitu besar sehingga kesalahan dalam pengembangannya dapat membawa konsekuensi nyata bagi individu, institusi, dan kepercayaan publik," kata Graham.
Dewan Kota New York tengah mempertimbangkan sejumlah usulan regulasi, termasuk kewajiban perusahaan mengungkapkan informasi mengenai perangkat AI, persetujuan pihak ketiga sebelum sistem AI digunakan di kota tersebut, serta pemberian sebagian denda kepada pelapor pelanggaran di perusahaan AI.
Secara terpisah, Gubernur New York Kathy Hochul juga mendorong penerapan standar pelaporan dan transparansi terkait AI.
Di tingkat federal, pemerintahan Presiden Donald Trump mengambil pendekatan yang lebih pasif. Trump sebelumnya menyebut kekhawatiran terhadap AI sebagai sebuah "hoaks". Pada akhir Oktober, ia menandatangani kesepakatan yang menetapkan sejumlah langkah sukarela bagi perusahaan teknologi, dengan memberikan ruang bagi perusahaan untuk mengawasi kepatuhan mereka sendiri.
Di tengah perdebatan mengenai pengawasan tersebut, laporan Reuters pada Selasa (3/11) mengungkapkan bahwa sejumlah karyawan OpenAI telah menyampaikan kekhawatiran mengenai keamanan internal perusahaan selama bertahun-tahun, bahkan sebelum ChatGPT diluncurkan pada akhir 2022.
Menurut lima orang yang mengetahui persoalan tersebut, karyawan pernah memperingatkan pimpinan dan dewan direksi bahwa lemahnya pengamanan internal berpotensi membuat informasi sensitif perusahaan diakses pihak luar, termasuk pemerintah asing.
OpenAI menyatakan telah meningkatkan sistem keamanannya. Juru bicara perusahaan Elana Widmann mengatakan perlindungan teknologi, data, dan karyawan merupakan tanggung jawab yang dianggap serius oleh perusahaan.
"Melindungi teknologi, data, dan orang-orang kami merupakan tanggung jawab yang kami anggap serius dan merupakan persoalan penting bagi keamanan nasional," kata Widmann kepada Reuters.
Ia menambahkan, "Kami akan terus memperkuat pertahanan seiring perkembangan teknologi dan ancaman."
Reuters juga melaporkan bahwa OpenAI berencana menjalankan program internal berikutnya untuk memperkuat sistem pertahanannya. Perusahaan menyatakan kini melakukan peninjauan keamanan secara berkala terhadap perangkat internal yang digunakan para penelitinya.