Di sisi lain, AIA melihat masih terdapat kesenjangan proteksi pada segmen HNW, terutama dalam perlindungan terhadap keberlangsungan bisnis dan kekayaan keluarga.

Harsya mengatakan kondisi tersebut menunjukkan bahwa membangun kekayaan perlu diikuti dengan persiapan perlindungan yang berlapis untuk mengantisipasi berbagai risiko yang dapat memengaruhi bisnis maupun aset keluarga.

Sementara itu, Managing Director of Consumer Banking BCA Haryanto Budiman mengatakan kebutuhan terhadap produk investasi dan proteksi terus berkembang di berbagai lapisan nasabah, termasuk segmen premium.

Haryanto mencatat aset yang dikelola BCA dalam bentuk obligasi atau surat utang pemerintah dan reksa dana meningkat dari sekitar Rp139 triliun pada 2022 menjadi sekitar Rp339 triliun pada Juni 2026.

“Jadi itu menunjukkan bahwa memang nasabah-nasabah kita ini di berbagai lapisan, di berbagai segmen, membutuhkan produk-produk investasi. Jadi kita memang melayani nasabah di seluruh segmen. Tidak hanya di segmen atas, termasuk di segmen menengah, dan bahkan di segmen mass market. Demikian pula dengan proteksi," kata Haryanto.

Seiring perubahan kebutuhan tersebut, nasabah HNW dinilai tidak lagi hanya mencari produk asuransi atau solusi investasi secara terpisah.