Pemprov NTB menegaskan pemulihan pasokan air merupakan prioritas utama karena berdampak langsung pada nadi ekonomi dan pariwisata NTB. Langkah darurat ini akan disempurnakan dengan penyiapan tata kelola jangka panjang.
"Solusi jangka pendek sudah kita lakukan. Targetnya jelas. Pariwisata pulih. Kehidupan masyarakat tidak terganggu karena ini menyangkut air yang jadi kebutuhan dasar. Pada saat yang sama solusi permanen harus kita siapkan," tegas Iqbal.
Ketua Gili Hotel Association (GHA) Lalu Kusnawan menyebut 10 hotel yang berencana berhenti beroperasi batal dilakukan. Menurut dia, kehidupan dan pariwisata di kawasan tersebut mulai normal.
"Terima kasih Pemprov NTB, khusus Pak Gubernur yang sudah memberikan best effort untuk bisa mengatasi masalah ini. Dan alhamdulillah kehidupan sudah berangsur normal di Gili Trawangan," ungkap Kusnawan dikonfirmasi.
Pelaku industri pariwisata setempat, Raisman Purnawadi, mengatakan pemulihan pasokan air di Trawangan membuat masyarakat dan pelaku usaha lega. Pasalnya, masyarakat sempat pontang-panting mencari pasokan air untuk kebutuhan mandi dan memasak selama sepekan.
"Kehidupan mulai pulih di Gili Trawangan. Masyarakat sudah mulai tenang. Semoga solusi permanen segera diwujudkan," tandas Raisman.