NADIKABAR.COM — Penampilan dua petembak Indonesia, Muhamad Iqbal Raia Prabowo dan Sulthanul Aulia Maruf, mencapai antiklimaks pada nomor 10 meter air pistol putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah tampil impresif pada babak kualifikasi, namun gagal meraih medali dalam final perseorangan di Aichi Prefectural General Shooting Gallery, Jepang, Kamis.
Iqbal yang menjadi petembak terbaik pada babak kualifikasi harus puas mengakhiri final di peringkat ketujuh dengan 138,5 poin. Sulthanul yang menempati peringkat ketiga kualifikasi, finis satu tingkat lebih baik di posisi keenam dengan 157,8 poin.
Hasil tersebut menjadi antiklimaks setelah keduanya tampil apik pada kualifikasi sehingga membawa Indonesia meraih medali perak nomor beregu 10 meter air pistol putra bersama Wira Sukmana.
Pada babak kualifikasi, Iqbal membukukan 589 poin untuk menempati peringkat pertama, sedangkan Sulthanul mencatat 583-16x dan berada di peringkat ketiga.
Ditambah 571 poin milik Wira, Indonesia mengoleksi total 1.743-57x. Poin itu sebenarnya menyamai China, namun Indonesia harus puas dengan medali perak karena kalah dalam jumlah inner-10.
Memasuki final perseorangan, persaingan berlangsung berbeda. Sulthanul membukukan 48,9 poin pada lima tembakan pertama dan mengumpulkan 100,1 poin setelah 10 tembakan.
Ia kemudian bertahan hingga total 157,8 poin sebelum tereliminasi di peringkat keenam.
Iqbal mengawali final dengan 49,5 poin dari lima tembakan pertama dan mencatat 99,4 poin setelah 10 tembakan. Perjalanannya kemudian berhenti lebih dahulu setelah mengumpulkan 138,5 poin.
Medali emas diraih petembak Uzbekistan Vladimir Svechnikov yang mencetak 244,3 poin yang sekaligus memecahkan rekor Asian Games.
Petembak China Hu Kai memperoleh perak dengan 243,0 poin, sedangkan rekannya, Bu Shuaihang, meraih perunggu dengan 222,1 poin.