NADIKABAR.COM — AirAsia menyatakan telah mengompensasi sekitar 70 persen kenaikan harga bahan bakar avtur pada kuartal II-2026 melalui penyesuaian tarif tiket pesawat secara dinamis dan pengendalian biaya operasional non-bahan bakar.
Group CEO AirAsia Group Bo Lingam, dalam siaran pers AirAsia yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan tekanan harga bahan bakar menjadi salah satu tantangan yang dihadapi industri penerbangan global bersama dengan ketidakpastian geopolitik, termasuk peran Iran dan Amerika Serikat (AS), serta kenaikan biaya operasional.
Menurut dia, AirAsia juga melakukan penyesuaian kapasitas penerbangan sebagai bagian dari langkah menjaga efisiensi operasional di tengah kondisi pasar.
AirAsia secara taktis mengurangi kapasitas sebesar 20-25 persen pada kuartal III-2026 secara tradisional merupakan periode perjalanan yang lebih rendah di kawasan tersebut.
Memasuki kuartal IV, AirAsia menyiapkan peningkatan kembali kapasitas menuju tingkat sebelum perang Iran-AS, sejalan dengan periode puncak perjalanan akhir tahun di kawasan Asia.