NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pengembangan ekonomi hijau secara masif berpotensi memberikan tambahan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 2-3 persen, seiring masuknya investasi dan berkembangnya aktivitas ekonomi berbasis energi bersih di dalam negeri.
"Kalau sekarang tanpa energi hijau ini secara masif kita sudah tumbuh 5,45 persen, maka kalau ini bekerja secara masif, investment-nya masuk dan dikerjakan di dalam negeri, maka 2-3 persen pertumbuhan bisa tercipta," kata Airlangga di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, sektor ekonomi hijau diperkirakan dapat mempekerjakan hingga 5,3 juta orang pada 2029 yang akan diikuti kebutuhan terhadap keterampilan yang lebih sesuai dengan perkembangan sektor energi bersih.
"Energi hijau ini butuh tenaga kerja yang berbeda, tenaga kerja yang lebih skilled. Dan tenaga kerja ini di tahun 2029 diperkirakan di sektor ini bisa mempekerjakan 5,3 juta orang," ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan dia, Indonesia memiliki sumber daya strategis yang dapat menjadi modal penting dalam pengembangan energi hijau dan hilirisasi, terutama komoditas mineral strategis.
Hilirisasi dinilai semakin penting apabila didukung energi yang bersih, andal, serta terjangkau. Salah satu sektor yang menjadi andalan adalah kendaraan listrik karena mampu menghasilkan nilai tambah lebih dari 60 kali.