NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai penguatan ekonomi syariah perlu terus dilakukan sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi masyarakat.

Ia mengatakan nilai-nilai Al Quran, khususnya prinsip keadilan dan keseimbangan, dapat menjadi landasan dalam membangun perekonomian nasional yang tak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga pemerataan manfaat.

“Al Quran sebagai pedoman hidup telah memberikan asas-asas fundamental dalam tata kelola perekonomian yaitu Prinsip Keadilan (’Adl) dan Keseimbangan (Mizan), Sebagaimana firman Allah dalam surah An-Nahl ayat 90 ‘Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran’,” ujar Airlangga saat menyampaikan Orasi Ilmiah pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Universitas PTIQ, dikutip di Jakarta, Kamis.

Menurutnya, penerapan nilai-nilai tersebut menjadi penting di tengah ketidakpastian global.

Terlebih ketika ketahanan ekonomi nasional perlu didukung sumber daya manusia (SDM) yang unggul sekaligus mampu menerjemahkan prinsip keadilan sosial ke dalam kebijakan dan kehidupan bermasyarakat.

Menko memandang pertumbuhan ekonomi juga perlu diikuti dengan perbaikan indikator sosial.

Pada Maret 2026, tingkat kemiskinan tercatat 8,07 persen, rasio Gini 0,368, sedangkan tingkat pengangguran terbuka mencapai 4,65 persen. Dibandingkan Maret 2025, jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 926 ribu orang.

Untuk memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dirasakan lebih merata, pemerintah menyiapkan 28 program perlindungan sosial yang mencakup berbagai tahapan kehidupan masyarakat.